#StoryTime
KISAH KASIH RAJA GAPE
Suatu hari,
daerah pimpinan Raja Gape di serang sebuah virus mematikan yang akhirnya
membuat ternak – ternak mati, dan sebagian besar rakyat mengalami sakit parah
bahkan ada yang sampai meninggal. Raja Gape sangat sedih atas kejadian ini,
Raja Gapepun memerintahkan semua tabib – tabib istana untuk menyembuhkan
rakyatnya dan mengutus menteri kesehatan serta prajuritnya untuk mencari tahu
asal mula virus ini menyebar. Setelah satu minggu lamanya dilakukan penyelidikan,
didapati ternyata virus yang tersebar merupakan virus buatan yang sengaja
dilakukan oleh seseorang. Fakta yang membuat Raja Gape sangat marah dan sedih
ketika mengetahui ternyata penyebar virus ini berasal dari orang yang ada di
Istana karena bahan – bahan berbahaya dalam virus hanya ada di dalam Istana.
Mengetahui hal ini, Raja Gapepun memerintahkan semua orang kepercayaannya
untuk melakukan penyelidikan mengenai siapa sumber utama dibalik penyebaran
virus ini. Raja Gape berkata bahwa hukuman yang akan diberikan atas
penyebaran virus ini adalah hukuman meminum racun hingga mati, karena sudah menyebabkan
banyak rakyatnya menderita.
Beberapa hari
dilakukan penyelidikan, akhirnya terungkaplah tokoh utama dibalik penyebaran
virus mematikan ini ialah Ibu dari Raja Gape itu sendiri. Raja Gape sangat terpukul dan sedih. Seluruh
anggota kerajaan serta rakyat juga ikut merasakan kesedihan Raja karena
Raja Gape mengatakan akan menghukum mati orang dibalik penyebaran virus ini
dan itu adalah Ibu kandung Raja Gape sendiri. Rakyat melihat jelas
kebimbangan yang ada dalam hati Raja Gape, dan Rakyat berpikir Raja Gape akan mencabut hukuman mati dari Ibunya. Akan tetapi, bagi Raja Gape konsekuensi tetaplah harus dijalankan, karena virus yang disebarkanpun telah
melukai dan membunuh banyak rakyatnya. Hari untuk penghukumanpun tiba dan Raja Gape berdiri di hadapan seluruh rakyatnya untuk menyaksikan hukuman mati
sebagai konsekuensi dari penyebaran Virus. Akan tetapi, seluruh rakyat sangat
terkejut ketika melihat orang yang akan meminum racun bukanlah Ibu Raja Gape,
melainkan Raja Gape itu sendiri.
Sebelum
meminum racun, Raja Gape berkata di hadapan seluruh rakyatnya dan di hadapan
Ibunya, “Konsekuensi dari penyebaran virus ini adalah hukuman mati, dan
konsekuensi itu harus tetap dijalankan. Akan tetapi, begitu aku mengetahui
orang tersebut adalah Ibuku yang sangat kukasihi, aku sangat terpukul, aku
sangat sedih dan hatiku hancur, dan aku tidak akan membiarkan Ibuku meminum
racun kemudian mati di hadapanku. Namun, konsekuensi tetap harus dijalankan,
dan karna aku sangat mengasihi ibuku, konsekuensi yang harus ditanggungnya akan
kutanggung untuknya. Aku, Raja Gape dan juga anak dari Ibu yang sangat
kukasihi, akan meminum racun ini sebagai upah untuk membayar kesalahan yang
telah Ibuku perbuat.” Mendengar dan melihat pengorbanan Raja Gape, seluruh
rakyat dan Ibu Raja Gape sangat bersedih dan mereka megabungkan diri cukup
lama. Meskipun Raja Gape telah tiada, rakyat tetap merasakan kasih dari Raja Gape dan terus mengenang kisah pengorbanan Raja Gape sebagai bentuk kasih
yang sangat dalam terhadap Rakyat dan juga Ibunya. Sekarang, kerajaanpun
dipimpin oleh adik dari Raja Gape, yaitu Raja Phileo yang juga meneruskan
semangat serta kasih yang diteladani oleh Raja Gape. TAMAT


No comments:
Post a Comment