Monday, December 7, 2020

 

#StoryTime

HADIAH TERINDAH KATY


    Katy adalah gadis kecil lucu yang sangat dikasihi oleh Mamanya. Katy cukup dimanjakan oleh Mamanya sehingga membuat kakak Katy merasa cemburu kepada Katy, padahal si Mama juga sangat mengasihi kakak Katy yang bernama Jane. Suatu hari, ketika Katy pulang dari sekolah, tiba – tiba Katy mendatangi Mamanya dan meminta hadiah natal serta uang saku tambahan untu Katy selama satu tahun. Tentu saja Mama Katy sangat terkejut, karena saat ini masih bulan Maret, tetapi Katy sudah meminta hadiah natal dan uang saku selama satu tahun. Mama Katy berusaha untuk bilang kepada Katy bahwa hal itu belum waktunya untuk Katy terima, namun  Katy tetap memaksa Mamanya sambil menangis dan marah – marah di hadapan Mamanya. Melihat Katy yang seperti itu, akhirnya Mama Katypun memberikan apa yang Katy mau lalu bilang kepada Katy bahwa mulai besok Katy sudah tidak menerima uang saku lagi selama satu tahun karena semuanya telah Katy minta. Katypun menyetujuinya dan Katy sangat senang karena mendapat hadiah natal dan banyak uang.

                Di Sekolah, karena Katy memiliki banyak uang, iapun memamerkan barang – barang seperti boneka baru, baju baru, tas baru, sepatu baru kepada teman – temannya. Ia juga mentraktir semua teman – temannya untuk jajan di kantin. Baru 3 hari lamanya, tiba – tiba uang Katy sudah mau habis dan tinggal sedikit. Uang saku Katy hanya cukup untuk 2x makan saja. Katypun bingung dan menangis karena uang sakunya selama satu tahun telah habis ia gunakan dan kini Katy harus menahan diri untuk tidak jajan di sekolah. Katy ingin meminta kepada Mamanya, tetapi Katy takut Mamanya akan marah, apalagi Katy telah memarahi mamanya waktu itu. Namun , karena uang Katy telah habis dan Katy membuthkan uang, akhirnya Katypun berniat untuk berusaha bicara kepada Mamanya.

                Sesampainya di rumah, Katy mendatangi Mamanya dengan wajah penuh ketakutan dan sedih. Melihat Katy yang seperti itu, Mama Katypun hanya tersenyum kemudian memeluk Katy. Seketika itu juga, Katy menangis dan meminta maaf kepada Mamanya atas apa yang Katy perbuat, Katy juga mengaku bahwa uang saku Katy yang diberikan Mamanya telah habis dipakainya. Mama Katy yang mendengar hal itupun menatap Katy dan berbicara kepadanya “Anakku, apa yang kamu perbuat memanglah sesuatu yang tidak baik. Akan tetapi, karena kamu telah menyadari perbuatanmu itu, dan kamu telah mengaku serta meminta maaf kepadaku, maka aku akan memaafkamu. Bahkan sebelum kamu meminta maaf, aku sudah tau hal ini akan terjadi dan aku sudah memaafkanmu, karena aku begitu mengasihimu”. Mendengar hal itu dari Ibunya, Katypun menangis bahagia dan berjanji kepada Ibunya bahwa Katy tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Katy juga berkata bahwa ia sadar hadiah terindah dari Mamanya bukanlah hadiah natal, ataupun uang saku yang banyak, melainkan kasih saying mamanya kepada Katy yang tulus dan selalu menerima Katy. TAMAT

                                                                                                                                                               



 

#StoryTime

KISAH KASIH RAJA GAPE


Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan hiduplah seorang Raja Muda bernama Gape yang sangat kaya dan elok parasnya. Raja Gape sangat dihormati dan disayangi oleh rakyatnya, karena sikap sang Raja yang sangat baik dan bijaksana. Meskipun Raja Gape memiliki kedudukan tinggi dan kekayaan yang banyak, ia tidak pernah menyombongkan dirinya dan ia selalu bersikap adil terhadap siapapun. Raja Gape juga memiliki sikap yang sangat tegas, ia tidak akan diam saja dengan tindakan kejahatan yang dapat merugikan rakyatnya.Raja Gape selalu menjaga, mengasihi, dan melindungi rakyatknya dari kemiskinan serta penindasan. Berkat pimpinan Raja Gape, seluruh rakyat yang dimpiminnya memiliki hidup yang makmur, damai, aman dan sejahtera.

Suatu hari, daerah pimpinan Raja Gape di serang sebuah virus mematikan yang akhirnya membuat ternak – ternak mati, dan sebagian besar rakyat mengalami sakit parah bahkan ada yang sampai meninggal. Raja Gape sangat sedih atas kejadian ini, Raja Gapepun memerintahkan semua tabib – tabib istana untuk menyembuhkan rakyatnya dan mengutus menteri kesehatan serta prajuritnya untuk mencari tahu asal mula virus ini menyebar. Setelah satu minggu lamanya dilakukan penyelidikan, didapati ternyata virus yang tersebar merupakan virus buatan yang sengaja dilakukan oleh seseorang. Fakta yang membuat Raja Gape sangat marah dan sedih ketika mengetahui ternyata penyebar virus ini berasal dari orang yang ada di Istana karena bahan – bahan berbahaya dalam virus hanya ada di dalam Istana. Mengetahui hal ini, Raja Gapepun memerintahkan semua orang kepercayaannya untuk melakukan penyelidikan mengenai siapa sumber utama dibalik penyebaran virus ini. Raja Gape berkata bahwa hukuman yang akan diberikan atas penyebaran virus ini adalah hukuman meminum racun hingga mati, karena sudah menyebabkan banyak rakyatnya menderita.

Beberapa hari dilakukan penyelidikan, akhirnya terungkaplah tokoh utama dibalik penyebaran virus mematikan ini ialah Ibu dari Raja Gape itu sendiri. Raja Gape sangat terpukul dan sedih. Seluruh anggota kerajaan serta rakyat juga ikut merasakan kesedihan Raja karena Raja Gape mengatakan akan menghukum mati orang dibalik penyebaran virus ini dan itu adalah Ibu kandung Raja Gape sendiri. Rakyat melihat jelas kebimbangan yang ada dalam hati Raja Gape, dan Rakyat berpikir Raja Gape akan mencabut hukuman mati dari Ibunya. Akan tetapi, bagi Raja Gape konsekuensi tetaplah harus dijalankan, karena virus yang disebarkanpun telah melukai dan membunuh banyak rakyatnya. Hari untuk penghukumanpun tiba dan Raja Gape berdiri di hadapan seluruh rakyatnya untuk menyaksikan hukuman mati sebagai konsekuensi dari penyebaran Virus. Akan tetapi, seluruh rakyat sangat terkejut ketika melihat orang yang akan meminum racun bukanlah Ibu Raja Gape, melainkan Raja Gape itu sendiri.


Sebelum meminum racun, Raja Gape berkata di hadapan seluruh rakyatnya dan di hadapan Ibunya, “Konsekuensi dari penyebaran virus ini adalah hukuman mati, dan konsekuensi itu harus tetap dijalankan. Akan tetapi, begitu aku mengetahui orang tersebut adalah Ibuku yang sangat kukasihi, aku sangat terpukul, aku sangat sedih dan hatiku hancur, dan aku tidak akan membiarkan Ibuku meminum racun kemudian mati di hadapanku. Namun, konsekuensi tetap harus dijalankan, dan karna aku sangat mengasihi ibuku, konsekuensi yang harus ditanggungnya akan kutanggung untuknya. Aku, Raja Gape dan juga anak dari Ibu yang sangat kukasihi, akan meminum racun ini sebagai upah untuk membayar kesalahan yang telah Ibuku perbuat.” Mendengar dan melihat pengorbanan Raja Gape, seluruh rakyat dan Ibu Raja Gape sangat bersedih dan mereka megabungkan diri cukup lama. Meskipun Raja Gape telah tiada, rakyat tetap merasakan kasih dari Raja Gape dan terus mengenang kisah pengorbanan Raja Gape sebagai bentuk kasih yang sangat dalam terhadap Rakyat dan juga Ibunya. Sekarang, kerajaanpun dipimpin oleh adik dari Raja Gape, yaitu Raja Phileo yang juga meneruskan semangat serta kasih yang diteladani oleh Raja Gape. TAMAT


 



Saturday, December 5, 2020

#StoryTime

 Maggie Si Kucing Kecil dan Bruno Si Anjing Galak


“Miaw, miaw, miaw….” Terdengar suara kucing kecil. “Miaw, miaw, miaw….” Terdengar ia sedang ketakutan. “Miaw, miaw, miaw….” Oh.. rupanya si kucing kecil sedang jatuh ke dalam lubang. Kucing kecil yang lucu bernama Maggie terlihat menangis sedih di dalam lubang. Maggie, sedih karena ia berlari jauh dari ibunya sehingga ia terjatuh ke dalam lubang. Kucing Maggie sangat ketakutan, ia berusaha memanggil ibunya dan meminta pertolongan. Tidak lama kemudian, tiba – tiba terdengar suara kaki yang sedang  berlari menuju lubang tempat Maggie menangis. “Guk guk guk” Ohh tidak rupanya itu adalah seekor anjing besar yang galak. Maggie pun ketakutan dan tidak berani bersuara lagi karena takut ketahuan oleh anjing galak itu. Namun sayangnya, penciuman anjing galak itu mampu menemukan keberadaan si Maggie. “Guk guk guk”, Melihat anjing galak sudah di atas lubang dan suaranya menyeramkan, Maggie pun langsung bertetiak meminta pertolongan dan berusaha memanggil ibunya. “Miaw, miaw, miaw…. Ibuu tolong aku, aku takut, Ibu.. tolong!!”. Sayangnya sang Ibu kucing tidak segera datang dan anjing galak itupun melompat ke dalam lubang dan mendekati Maggie.

“Miawwww….. Aaaa jangan dekati aku, jangan makan aku, kumohon” Teriak Maggie.

“Guk, guk.. Tenanglah kucing kecil, aku datang bukan untuk memakanmu, aku datang untuk mengeluarkanmu dari lubang ini” Ucap Anjing galak itu.

“Miaw, miaw.. Tidak, aku tidak percaya, kamu terlihat menyeramkan kamu pasti ingin memakanku” Kata Maggie sambil berusaha menjauhi si Anjing galak.

“Guk, guk.. Hey, jangan takut, ayo naiklah ke atas punggungku, aku akan membawamu keluar dari lubang ini”

Melihat Anjing galak yang sepertinya tulus ingin membantu Maggie, Maggiepun akhirnya mendekati Anjing galak dan melompat ke atas punggungnya. Setelah Maggie naik, si Anjing galakpun melompat dan keluar dari lubang tersebut, dan akhirnya Maggie pun keluar dari lubang kemudian turun dari punggung si Anjing galak.

“Miaww… terima kasih Anjing, ternyata kamu sungguh baik dan mau menolongku, maafkan aku karena telah berpikir buruk terhadapmu.” Ucap Maggie kepada Anjing galak

“Guk, guk.. Sama – sama kucing kecil. Hahaha tidak apa – apa, semua binatang di sini juga selalu berkata bahwa aku jahat karna wajah dan tubuku yang terlihat galak” Ucap Anjing galak.

“Miaww.. miaw.. Sepertinya memang begitu, tapi mulai sekarang aku akan berkata kepada semua binatang yang ada di sini bahwa engkau adalah Anjing penyelamatku. Meskipun kamu terlihat galak, tetapi kamu adalah Anjing yang baik dan suka menolong. Terima kasih, kalau boleh aku tau, siapa namamu ?” Tanya Maggie.

“Guk, guk.. Hahaha sebenarnya tidak perlu sampai begitu. Oh iya, namaku Bruno, kalau kamu kucing kecil, siapa namamu ?” Ucap Bruno.

“Miaw, miaw.. Namaku Maggie si kucing kecil yang lucu, senang berkenalan denganmu Bruno” Ucap Maggie sambil tersenyum kepada Bruno.

Tidak lama kemudian, terdengar suara teriakan Ibu Maggie yang berlari mendatangi Maggie dengan khawatir. “Miaww.. miaww.. Maggie, larilah jangan dekati Anjing galak itu, Ibu akan segera menolongmu”. Maggiepun berlari mendatangi Ibunya dan berkata “Miaw.. Miaw.. Tenanglah Ibu, aku aik – baik saja, Bruno adalah Anjing yang baik. Dia menolongku keluar dari lubang itu saat aku terjatuh di dalamnya”. Ibu Maggiepun mendatangi Bruno dan beterimakasih kepada Bruno.

“Miaw, miaw.. Terima kasih karena telah menolong anakku, maaf aku sempat berburuk sangka terhadapmu” Ucap Ibu Maggie.

“Guk, guk.. Hahaha tidak apa – apa, sudah sewajarnya kamu takut karena memang fisikku terlihat menyeramkan, Maggie juga tadi berpikiran hal yang sama sepertimu” Kata Bruno kepada Ibu Maggie.

“Miaww… Maafkan kami yang telah menilaimu dari penampilan luar saja, padahal kamu adalah Anjing yang baik” Kata Ibu Maggie kepada Bruno.

“Guk.. guk.. tidak apa – apa, sekarang pergilah dan jagalah anakmu baik – baik, jangan sampai dia terjatuh lagi. Aku masih harus berkeliling untuk menjaga lingkungan ini dari bahaya” Ucap Bruno sambil tersenyum dan meninggalkan Maggie dengan Ibunya.

Setelah Bruno berlari meninggalkan Maggie dan Ibunya, mereka berduapun juga berjalan pulang bersama – sama sambil menceritakan kepada semua binatang yang ada di sana bahwa Bruno adalah Anjing yang baik. Mereka juga berkata kepada binatang lain supaya tidak memandang Bruno hanya dari fisiknya saja melainkan dari kebaikan Bruno yang selama ini rupanya menjaga lingkungan tempat mereka tinggal. TAMAT


  #StoryTime HADIAH TERINDAH KATY      Katy adalah gadis kecil lucu yang sangat dikasihi oleh Mamanya. Katy cukup dimanjakan oleh Mamanya se...